Menerima Input dan Mengolah Data dalam C++
Program yang baik tidak hanya menampilkan informasi yang sudah ditentukan oleh programmer. Program juga perlu menerima data dari pengguna, menyimpannya, mengolahnya, kemudian menampilkan hasil sesuai kebutuhan. Pada tahap ini, kita akan belajar membuat program C++ yang mulai dapat berinteraksi dengan penggunanya.
Materi untuk pemula · Informatika · Bahasa Pemrograman C++
Pada tahap sebelumnya, kita sudah mempelajari variabel, tipe data, dan konstanta dalam C++. Kita sudah mengetahui cara menyimpan angka, teks, karakter, dan nilai logika di dalam program.
Namun, selama ini nilai yang kita gunakan masih ditentukan langsung oleh programmer di dalam kode. Misalnya, kita menulis int umur = 17;. Artinya, setiap kali program dijalankan, nilai umur akan selalu dimulai dari 17.
Bagaimana jika kita ingin pengguna memasukkan umurnya sendiri? Bagaimana jika kita ingin program menghitung dua angka yang dimasukkan pengguna? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, kita perlu memahami input dan pengolahan data.
- Mengapa program perlu menerima input?
- Memahami alur input, proses, dan output
- Menerima input dengan std::cin
- Menerima teks dengan std::getline()
- Mengenal operator untuk mengolah data
- Operator aritmatika
- Operator penugasan
- Urutan pengerjaan operasi
- Memahami pembagian bilangan bulat dan desimal
- Membuat program input dan pengolahan data
- Mengenal kesalahan input sederhana
- Latihan pemahaman
1. Mengapa Program Perlu Menerima Input?
Bayangkan kita sedang menggunakan aplikasi kalkulator. Ketika ingin menjumlahkan dua angka, kita memasukkan angka pertama dan angka kedua. Setelah itu, aplikasi menghitung hasilnya dan menampilkan jawaban.
Kita tidak perlu membuka kode program dan mengganti angka yang digunakan setiap kali ingin melakukan perhitungan. Kita cukup memberikan masukan melalui antarmuka aplikasi.
Hal yang sama berlaku pada program yang kita buat menggunakan C++. Sebuah program dapat dirancang agar menerima data dari pengguna, kemudian menggunakan data tersebut untuk melakukan berbagai proses.
Contohnya:
(- ) Program menghitung luas persegi berdasarkan panjang sisi yang dimasukkan pengguna.
(- ) Program menghitung rata-rata nilai berdasarkan beberapa nilai ujian.
(- ) Program menghitung total harga berdasarkan jumlah dan harga barang.
(- ) Program menyimpan nama dan umur pengguna.
(- ) Program menghitung konversi suhu berdasarkan nilai yang dimasukkan.
Input memungkinkan program menerima data dari luar program, sedangkan pengolahan data memungkinkan program menggunakan data tersebut untuk menghasilkan informasi baru.
2. Memahami Alur Input, Proses, dan Output
Sebelum mulai menulis kode, kita perlu memahami bagaimana sebuah program menerima dan mengolah data. Secara sederhana, alur tersebut dapat dijelaskan melalui tiga tahapan: input, process, dan output.
1. Input (Masukan)
Input merupakan data yang diberikan kepada program. Data dapat berasal dari keyboard, file, sensor, jaringan, atau sumber lainnya. Pada tahap awal ini, kita akan berfokus pada masukan melalui keyboard.
2. Process (Proses)
Process merupakan tahap ketika program mengolah data yang telah diterima. Proses dapat berupa perhitungan matematika, perbandingan, penggabungan teks, atau operasi lainnya.
3. Output (Keluaran)
Output merupakan hasil yang diberikan oleh program setelah data diproses. Pada contoh sederhana, hasil tersebut ditampilkan melalui terminal menggunakan std::cout.
Kita dapat menggambarkan alur tersebut seperti berikut:
INPUT
|
v
Data dari pengguna
|
v
PROSES
|
v
Pengolahan data
|
v
OUTPUT
|
v
Hasil ditampilkan
Misalnya, kita ingin membuat program untuk menghitung luas persegi panjang. Pengguna memasukkan panjang dan lebar. Program mengalikan kedua nilai tersebut, lalu menampilkan hasilnya.
Input: panjang = 10 dan lebar = 5.
Proses: luas = panjang × lebar.
Output: luas = 50.
Konsep input, process, dan output juga sering digunakan dalam perancangan algoritma. Jika ingin mempelajarinya lebih dalam, kunjungi mengenal konsep input, process, dan output dalam algoritma.
3. Menerima Input dengan std::cin
Sekarang kita mulai mengenal cara menerima masukan dari pengguna menggunakan C++. Salah satu fasilitas yang paling umum digunakan adalah std::cin.
cin merupakan fasilitas dari pustaka standar C++ yang digunakan untuk membaca data dari aliran masukan standar. Pada program yang dijalankan melalui terminal, masukan tersebut biasanya berasal dari keyboard.
Untuk menggunakan std::cin, kita perlu menyertakan pustaka <iostream>.
#include <iostream>
int main() {
int umur;
std::cout << "Masukkan umur Anda: ";
std::cin >> umur;
std::cout << "Umur Anda adalah " << umur;
return 0;
}
Ketika program dijalankan, pengguna akan melihat:
Masukkan umur Anda:
Jika pengguna mengetik angka 17 dan menekan Enter, program akan menyimpan angka tersebut ke dalam variabel umur.
Selanjutnya, program akan menampilkan:
Umur Anda adalah 17
Perhatikan bagian berikut:
std::cin >> umur;
Operator >> pada std::cin digunakan untuk membaca data dari aliran masukan dan menyimpannya ke variabel yang ditentukan. Dalam contoh tersebut, data yang dimasukkan pengguna disimpan ke dalam variabel umur.
std::cout digunakan untuk mengirimkan keluaran, sedangkan std::cin digunakan untuk membaca masukan. Perhatikan arah operatornya: << untuk keluaran dan >> untuk masukan.
Menerima lebih dari satu input
Kita juga dapat menerima beberapa data sekaligus. Misalnya, pengguna diminta memasukkan dua angka.
#include <iostream>
int main() {
int angka1;
int angka2;
std::cout << "Masukkan angka pertama: ";
std::cin >> angka1;
std::cout << "Masukkan angka kedua: ";
std::cin >> angka2;
std::cout << "Angka pertama: " << angka1 << '\n';
std::cout << "Angka kedua: " << angka2 << '\n';
return 0;
}
Dengan cara ini, program dapat menerima dua nilai yang berbeda dan menyimpannya pada variabel masing-masing.
Pendalaman: mengenal std::cin dan cara menerima input dari keyboard dalam C++.
4. Menerima Teks dengan std::getline()
Penggunaan std::cin dengan operator >> cukup mudah untuk menerima angka atau satu bagian teks tanpa spasi. Namun, bagaimana jika kita ingin menerima nama lengkap yang terdiri atas beberapa kata?
Misalnya, pengguna memasukkan nama "Budi Santoso". Jika kita menggunakan:
std::string nama; std::cin >> nama;
Program hanya akan membaca bagian teks sebelum spasi pertama, yaitu "Budi". Bagian "Santoso" tidak ikut tersimpan dalam variabel tersebut pada operasi input itu.
Untuk membaca satu baris teks secara utuh, kita dapat menggunakan std::getline().
#include <iostream>
#include <string>
int main() {
std::string nama;
std::cout << "Masukkan nama lengkap: ";
std::getline(std::cin, nama);
std::cout << "Halo, " << nama;
return 0;
}
Jika pengguna memasukkan "Budi Santoso", seluruh teks tersebut akan disimpan ke dalam variabel nama.
Mengapa std::getline() kadang melewatkan input?
Ada satu hal yang sering membingungkan pemula ketika menggunakan std::cin dan std::getline() secara bersamaan.
Perhatikan contoh berikut:
#include <iostream>
#include <string>
int main() {
int umur;
std::string nama;
std::cout << "Masukkan umur: ";
std::cin >> umur;
std::cout << "Masukkan nama: ";
std::getline(std::cin, nama);
std::cout << "Nama: " << nama;
return 0;
}
Program tersebut dapat terlihat seperti langsung melewati pertanyaan nama. Mengapa hal ini terjadi?
Ketika pengguna memasukkan umur dan menekan Enter, std::cin membaca angka, tetapi karakter baris baru yang dihasilkan oleh tombol Enter masih tertinggal di dalam aliran masukan. Ketika std::getline() dijalankan, fungsi tersebut dapat langsung membaca karakter baris baru tadi sebagai akhir baris sehingga hasil nama menjadi kosong.
Untuk mengatasinya, kita dapat menggunakan std::ws sebelum std::getline().
#include <iostream>
#include <string>
int main() {
int umur;
std::string nama;
std::cout << "Masukkan umur: ";
std::cin >> umur;
std::cout << "Masukkan nama: ";
std::getline(std::cin >> std::ws, nama);
std::cout << "Nama: " << nama << '\n';
std::cout << "Umur: " << umur;
return 0;
}
std::ws digunakan untuk melewati karakter whitespace di awal aliran masukan, termasuk spasi dan baris baru yang tertinggal. Setelah itu, std::getline() membaca teks sampai akhir baris.
std::ws juga akan melewati spasi di awal teks yang dimasukkan. Jika spasi di awal baris merupakan bagian data yang harus dipertahankan, pendekatan penanganan input perlu disesuaikan.
Pendalaman: perbedaan std::cin dan std::getline() serta cara mengatasi input yang terlewat.
5. Mengenal Operator untuk Mengolah Data
Setelah program dapat menerima data, langkah berikutnya adalah mengolah data tersebut. Untuk melakukan berbagai operasi, C++ menyediakan operator.
Operator merupakan simbol atau tanda yang digunakan untuk melakukan operasi terhadap satu atau lebih operand. Operand adalah nilai atau variabel yang dikenai operasi.
Contohnya pada ekspresi:
10 + 5
Tanda + merupakan operator penjumlahan, sedangkan angka 10 dan 5 merupakan operand.
Dalam C++, terdapat beberapa kelompok operator yang akan kita pelajari secara bertahap.
Operator aritmatika
Digunakan untuk melakukan perhitungan matematika, seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian.
Operator penugasan
Digunakan untuk memberikan atau memperbarui nilai suatu variabel.
Operator perbandingan
Digunakan untuk membandingkan dua nilai, misalnya apakah lebih besar, lebih kecil, atau sama dengan.
Operator logika
Digunakan untuk menggabungkan atau membalikkan kondisi logika.
Pada tahap ini, kita akan memprioritaskan operator aritmatika dan penugasan karena keduanya paling sering digunakan dalam pengolahan data dasar.
Pendalaman: mengenal berbagai jenis operator dalam bahasa C++.
6. Operator Aritmatika
Operator aritmatika digunakan untuk melakukan operasi matematika. Kita dapat menggunakannya untuk menghitung jumlah, selisih, hasil perkalian, pembagian, dan sisa pembagian.
| Operator | Nama | Contoh | Hasil |
|---|---|---|---|
+ |
Penjumlahan | 10 + 5 |
15 |
- |
Pengurangan | 10 - 5 |
5 |
* |
Perkalian | 10 * 5 |
50 |
/ |
Pembagian | 10 / 5 |
2 |
% |
Sisa pembagian | 10 % 3 |
1 |
Penjumlahan dan pengurangan
Operator + digunakan untuk menjumlahkan dua nilai, sedangkan operator - digunakan untuk mengurangi suatu nilai dengan nilai lainnya.
int angka1 = 20; int angka2 = 5; int hasilTambah = angka1 + angka2; int hasilKurang = angka1 - angka2;
Perkalian
Operator * digunakan untuk mengalikan dua nilai.
int panjang = 10; int lebar = 5; int luas = panjang * lebar;
Pada contoh tersebut, program menghitung luas persegi panjang dengan mengalikan panjang dan lebar.
Pembagian
Operator / digunakan untuk membagi suatu nilai dengan nilai lainnya.
int total = 100; int jumlah = 4; int hasil = total / jumlah;
Hasil pembagian tersebut adalah 25.
Modulus atau sisa pembagian
Operator % digunakan untuk memperoleh sisa dari pembagian bilangan bulat. Misalnya:
int hasil = 10 % 3;
Hasilnya adalah 1 karena 10 dibagi 3 menghasilkan 3 dengan sisa 1.
Operator modulus sering digunakan untuk memeriksa apakah sebuah angka merupakan bilangan genap atau ganjil.
int angka = 8; int sisa = angka % 2; std::cout << sisa;
Jika hasilnya 0, angka tersebut habis dibagi 2. Jika hasilnya bukan 0, angka tersebut bukan bilangan genap.
Operator % dalam bentuk dasar yang kita pelajari digunakan untuk operasi sisa pembagian bilangan bulat. Jangan menggunakannya untuk membagi bilangan pecahan seperti 5.5 % 2.
Pendalaman: mengenal operator aritmatika dan penerapannya dalam C++.
7. Operator Penugasan
Selain melakukan perhitungan, kita juga perlu menyimpan hasil perhitungan tersebut ke dalam variabel. Untuk keperluan ini, C++ menyediakan operator penugasan.
Operator penugasan yang paling dasar adalah tanda sama dengan (=).
int nilai = 80;
Artinya, nilai 80 diberikan kepada variabel nilai. Tanda = dalam pemrograman bukan berarti kedua sisi memiliki nilai yang sama seperti dalam persamaan matematika, melainkan melakukan penugasan nilai ke variabel di sebelah kiri.
Penugasan gabungan
C++ juga menyediakan operator penugasan gabungan untuk mempersingkat penulisan operasi tertentu.
| Operator | Bentuk panjang | Makna |
|---|---|---|
+= |
a = a + 5 |
Menambahkan nilai ke variabel. |
-= |
a = a - 5 |
Mengurangi nilai variabel. |
*= |
a = a * 5 |
Mengalikan nilai variabel. |
/= |
a = a / 5 |
Membagi nilai variabel. |
%= |
a = a % 5 |
Menyimpan sisa pembagian. |
Contohnya:
int saldo = 100000; saldo += 50000; std::cout << saldo;
Hasilnya adalah 150000. Operator += menambahkan 50000 ke nilai saldo sebelumnya.
Mengenal increment dan decrement
Ada dua operator lain yang sering digunakan untuk menaikkan atau menurunkan nilai variabel sebesar satu.
int angka = 5; angka++; // Nilai angka menjadi 6 angka--; // Nilai angka kembali menjadi 5
++ disebut increment, sedangkan -- disebut decrement.
Keduanya dapat ditulis sebelum atau sesudah variabel, seperti ++angka dan angka++. Perbedaannya terlihat ketika operator tersebut menjadi bagian dari ekspresi yang menggunakan nilai hasilnya. Untuk tahap awal, kita cukup memahami bahwa keduanya dapat menaikkan atau menurunkan nilai variabel satu angka.
Pendalaman: operator penugasan, increment, dan decrement dalam C++.
8. Memahami Urutan Pengerjaan Operasi
Ketika kita melakukan perhitungan matematika, urutan pengerjaan operasi sangat penting. C++ mengikuti aturan prioritas operator yang mirip dengan aturan matematika.
Misalnya, perhatikan ekspresi berikut:
int hasil = 10 + 5 * 2;
Hasilnya bukan 30, melainkan 20. Mengapa?
Karena operasi perkalian memiliki prioritas lebih tinggi daripada penjumlahan. Oleh karena itu, program menghitung 5 dikali 2 terlebih dahulu, kemudian menjumlahkan hasilnya dengan 10.
10 + 5 * 2 10 + 10 20
Jika kita ingin penjumlahan dilakukan terlebih dahulu, gunakan tanda kurung:
int hasil = (10 + 5) * 2;
Hasilnya adalah 30 karena operasi di dalam tanda kurung dikerjakan terlebih dahulu.
Gunakan tanda kurung untuk memperjelas maksud perhitungan, meskipun tanpa tanda kurung ekspresi tersebut sebenarnya sudah memiliki urutan pengerjaan yang jelas. Kode yang mudah dibaca akan lebih mudah diperiksa dan diperbaiki.
Pendalaman: mengenal prioritas dan asosiativitas operator dalam C++.
9. Memahami Pembagian Bilangan Bulat dan Desimal
Ada satu hal penting yang sering membuat pemula bingung ketika melakukan operasi pembagian. Hasil pembagian dalam C++ dapat berbeda bergantung pada tipe data operand yang digunakan.
Perhatikan contoh berikut:
int a = 5; int b = 2; std::cout << a / b;
Hasilnya adalah:
2
Mengapa bukan 2,5? Karena kedua operand bertipe int. Dalam pembagian bilangan bulat, bagian pecahan hasil pembagian dibuang.
Jika kita ingin mendapatkan hasil desimal, setidaknya salah satu operand harus menggunakan tipe data pecahan.
double a = 5; double b = 2; std::cout << a / b;
Hasilnya:
2.5
Kita juga dapat menggunakan konversi eksplisit:
int a = 5; int b = 2; double hasil = static_cast<double>(a) / b; std::cout << hasil;
Dengan mengubah salah satu operand menjadi double sebelum pembagian, operasi tersebut menghasilkan nilai pecahan.
Pembagian bilangan bulat dengan nol tidak diperbolehkan dan dapat menyebabkan perilaku tidak terdefinisi. Pada pembagian floating-point, hasilnya mengikuti aturan floating-point, tetapi tetap bukan operasi yang sebaiknya dilakukan tanpa pertimbangan.
Pendalaman: memahami pembagian integer dan floating-point dalam C++.
10. Membuat Program Input dan Pengolahan Data
Setelah memahami cara menerima input dan menggunakan operator, sekarang kita akan menggabungkan semuanya ke dalam sebuah program.
Misalnya, kita ingin membuat program sederhana untuk menghitung luas persegi panjang. Program akan meminta pengguna memasukkan panjang dan lebar, menghitung luasnya, kemudian menampilkan hasil.
#include <iostream>
int main() {
double panjang;
double lebar;
double luas;
std::cout << "Masukkan panjang: ";
std::cin >> panjang;
std::cout << "Masukkan lebar: ";
std::cin >> lebar;
luas = panjang * lebar;
std::cout << "Luas persegi panjang: " << luas;
return 0;
}
Jika pengguna memasukkan panjang 10 dan lebar 5, program akan melakukan perhitungan:
luas = 10 * 5 luas = 50
Kemudian program menampilkan:
Masukkan panjang: 10 Masukkan lebar: 5 Luas persegi panjang: 50
Perhatikan alur program tersebut. Pertama, kita mendeklarasikan variabel. Kedua, kita menerima input dari pengguna. Ketiga, program melakukan perhitungan menggunakan operator perkalian. Terakhir, hasil ditampilkan menggunakan std::cout.
Sekarang program kita sudah lebih interaktif. Nilai yang digunakan tidak lagi harus ditentukan langsung di dalam kode.
Contoh lain: menghitung rata-rata tiga nilai
Kita dapat menggunakan konsep yang sama untuk membuat program yang menghitung rata-rata tiga nilai ujian.
#include <iostream>
int main() {
double nilai1;
double nilai2;
double nilai3;
double rataRata;
std::cout << "Masukkan nilai pertama: ";
std::cin >> nilai1;
std::cout << "Masukkan nilai kedua: ";
std::cin >> nilai2;
std::cout << "Masukkan nilai ketiga: ";
std::cin >> nilai3;
rataRata = (nilai1 + nilai2 + nilai3) / 3.0;
std::cout << "Rata-rata nilai: " << rataRata;
return 0;
}
Kita menggunakan double agar hasil perhitungan dapat memiliki angka desimal. Perhatikan juga penggunaan tanda kurung pada bagian penjumlahan agar ketiga nilai dijumlahkan terlebih dahulu sebelum dibagi tiga.
11. Mengenal Kesalahan Input Sederhana
Program yang menerima input dari pengguna perlu memperhatikan kemungkinan masukan yang tidak sesuai. Misalnya, program meminta umur dalam bentuk angka, tetapi pengguna justru memasukkan teks.
Perhatikan contoh berikut:
int umur; std::cout << "Masukkan umur: "; std::cin >> umur;
Jika pengguna memasukkan angka seperti 17, program dapat membacanya sebagai bilangan bulat. Namun, jika pengguna memasukkan teks seperti tujuh belas, proses pembacaan gagal karena teks tersebut tidak dapat dikonversi menjadi nilai int melalui operasi tersebut.
Untuk memeriksa apakah input berhasil dibaca, kita dapat menggunakan kondisi dari aliran input.
#include <iostream>
int main() {
int umur;
std::cout << "Masukkan umur: ";
if (std::cin >> umur) {
std::cout << "Umur Anda: " << umur;
} else {
std::cout << "Input tidak valid.";
}
return 0;
}
Pada contoh tersebut, program memeriksa apakah operasi input berhasil. Jika berhasil, program menampilkan umur. Jika gagal, program menampilkan pesan bahwa input tidak valid.
Kata kunci if yang digunakan pada contoh tersebut merupakan bagian dari materi percabangan. Kita sengaja memperkenalkannya secara singkat untuk menunjukkan bahwa input dapat diperiksa sebelum digunakan. Pembahasan lebih lengkap mengenai percabangan akan dilakukan pada tahap berikutnya.
Contoh di atas baru memeriksa keberhasilan pembacaan input. Program yang lebih lengkap juga perlu menangani kondisi input gagal, membersihkan status kesalahan aliran, dan membuang sisa karakter yang tidak valid sebelum mencoba membaca kembali.
Pendalaman: mengenal validasi input dan penanganan kesalahan std::cin dalam C++.
12. Mengapa Input dan Pengolahan Data Penting?
Sampai di sini, kita sudah memiliki bekal untuk membuat program yang dapat menerima data dari pengguna dan melakukan perhitungan sederhana. Konsep tersebut merupakan bagian penting dalam hampir semua aplikasi komputer.
Aplikasi pengolah nilai, kasir, kalkulator, sistem informasi, hingga aplikasi permainan membutuhkan mekanisme untuk menerima dan mengolah data.
Perbedaannya terletak pada jenis data, kompleksitas proses, dan bagaimana hasilnya digunakan. Namun, prinsip dasarnya tetap serupa: program menerima data, melakukan proses sesuai instruksi, kemudian memberikan hasil.
Konsep ini juga berkaitan erat dengan algoritma. Sebelum membuat program, kita perlu menentukan data apa yang dibutuhkan, proses apa yang harus dilakukan, dan hasil apa yang diharapkan.
Jika ingin memperdalam proses merancang solusi sebelum menulis kode, pelajari pengenalan algoritma dan pseudocode.
13. Latihan Pemahaman
Sebelum melanjutkan ke tahap berikutnya, cobalah menjawab pertanyaan berikut untuk menguji pemahaman mengenai input dan pengolahan data.
Pertanyaan 1 — Apa fungsi std::cin?
Jawaban: Membaca data dari aliran masukan standar. Pada program terminal, masukan tersebut umumnya berasal dari keyboard.
Pertanyaan 2 — Apa perbedaan std::cin dan std::getline()?
Jawaban: std::cin dengan operator >> umumnya membaca satu bagian input hingga menemukan whitespace. Sementara itu, std::getline() membaca satu baris teks hingga menemukan karakter akhir baris.
Pertanyaan 3 — Apa hasil dari 10 % 3?
Jawaban: 1, karena 10 dibagi 3 menghasilkan 3 dengan sisa 1.
Pertanyaan 4 — Mengapa 5 / 2 menghasilkan 2 ketika keduanya bertipe int?
Jawaban: Karena operasi tersebut merupakan pembagian bilangan bulat. Bagian pecahan dari hasil pembagian dibuang.
Pertanyaan 5 — Apa fungsi operator +=?
Jawaban: Menambahkan nilai tertentu ke variabel yang sudah ada dan menyimpan hasilnya kembali ke variabel tersebut. Contohnya nilai += 5; setara dengan nilai = nilai + 5;.
Pertanyaan 6 — Apa hasil dari 10 + 5 * 2?
Jawaban: 20, karena perkalian memiliki prioritas lebih tinggi daripada penjumlahan.
Buatlah program yang meminta pengguna memasukkan dua bilangan. Setelah itu, program harus menampilkan hasil dari:
(- ) Penjumlahan kedua bilangan.
(- ) Pengurangan kedua bilangan.
(- ) Perkalian kedua bilangan.
(- ) Pembagian kedua bilangan.
Gunakan tipe data double agar program dapat mengolah bilangan desimal. Perhatikan juga agar program tidak melakukan pembagian dengan nol.
Setelah program berhasil dijalankan, cobalah memasukkan bilangan bulat dan bilangan desimal. Amati bagaimana hasil perhitungannya berubah.
14. Apa yang Sudah Kita Pelajari?
Pada tahap ini, kita telah mempelajari bagaimana sebuah program menerima data dari pengguna menggunakan std::cin dan std::getline(). Kita juga telah memahami alur input, process, dan output sebagai dasar interaksi antara pengguna dan program.
Selain itu, kita mengenal operator aritmatika untuk melakukan perhitungan, operator penugasan untuk memperbarui nilai variabel, serta aturan prioritas operasi. Kita juga sudah memahami perbedaan pembagian bilangan bulat dan pembagian bilangan pecahan.
Sekarang kita dapat membuat program yang menerima data, menyimpannya ke dalam variabel, melakukan perhitungan, dan menampilkan hasilnya.
Namun, program yang kita buat sejauh ini masih menjalankan instruksi secara berurutan. Bagaimana jika kita ingin program mengambil keputusan berdasarkan data yang dimasukkan pengguna?
Misalnya, jika nilai ujian mencapai 75, program menampilkan status lulus. Jika nilainya kurang dari 75, program menampilkan status belum lulus. Untuk membuat program seperti itu, kita membutuhkan konsep percabangan.
Mengenal Percabangan dalam C++
Setelah belajar menerima dan mengolah data, kita akan mempelajari bagaimana program mengambil keputusan menggunakan kondisi. Kita akan mengenal if, else, else if, dan switch.
Lanjut ke Materi Percabangan C++ →Ingin melihat urutan pembelajaran dari awal hingga membuat proyek sederhana? Kunjungi halaman utama roadmap berikut:
0 comments:
Posting Komentar